Pembangunan Homestay Yogyakarta

Klien : Bapak Arif
Lokasi : Tamanan, Bantul, Yogyakarta

Pembangunan Homestay Jogja – Kali ini, Cipta Bangun Daksa (CBD) memiliki seorang klien yang merupakan alumni Fakultas Tenik Elektro, Universitas Gadjah Mada. Beliau adalah Bapak Arif Buntaran Sanusi yang hendak membuat sebuah homestay modern hooks di wilayah Yogyakarta (Cubica Homestay).

Baca juga: Solusi Membangun Rumah Impian dengan Bujet Minim Konsep Split Level dan Rumah Tumbuh – Adi House, Sleman Yogyakarta

Pada awalnya, Pak Arif merantau ke Batam kemudian kembali ke Yogyakarta dan menjadi seorang game developer. Ia membuat berbagai macam game berupa game animasi 3D untuk dijual ke platform android.

Proyek ini merupakan proyek kedua Pak Arif untuk Bondan P Architecht (BPArch). Proyek sebelumnya adalah rumah tinggal yang telah dibangun oleh saudara sekaligus kontraktor pembangunan.

Pada mulanya, proyek homestay ini juga hendak dibangun oleh kontraktor tersebut. Akan tetapi, karena satu dan lain hal, Pak Arif menghentikan kerja samanya dan beralih pada CBD untuk menyelesaikan proyek homestaynya dengan sistem cost and fee.

Saat itu, bangunan sudah berdiri sampai dinding yang hampir sama dengan balok lantai dua, struktur pondasi dengan beton struktur biasa, sloof, kolom, dan dinding menggunakan bata hebel atau bata ringan.

CBD memulai pekerjaan dengan dinding yang sudah berdiri setinggi balok lantai sehingga tinggal melanjutkan untuk membuat balok lantai dan cor daknya. Pekerjaan ini membuatuhkan pengerjaan tukang batu. Rangkaian besi dibuat kemudian dicor.

Baca juga: Rumah Toko Modern Kontemporer Berbujet – ADK House

Tim CBD juga membuat meja dapur dengan toptable yang terbuat dari granit tile. Dalaman meja menggunakan beton bertulang hingga kaki meja. Dalam hal ini, kitchen setnya tidak menggunakan bahan kayu yang senada dengan rak di atasnya. Akan tetapi menggunakan bahan beton.

Kendala Pembangunan

Selama proses pengerjaan, tim kami sempat mengalami kendala karena pandemic Covid-19. Maka dari itu, pekerjaan tidak dapat berjalan dengan cepat.

Bagian dinding menggunakan hebel biasa, cor dengan cor biasa yang dilakukan dengan molen kecil kemudian didistribusikan ke atas dengan tenaga manusia. Setelah proses pengecoran selesai, kemudian pekerjaan mulai naik ke dinding lantai dua. Pada dinding ini masih sama, menggunakan hebel merk Siticon.

Kami juga tidak lupa menyiapkan pipa saluran pembuangan seperti closet lantai 2 dan pembuangan air sabun. Perencanaan juga sudah meiputi pipa air hujan. Sehingga sudah tertanam di dinding dan menembus plat dak. Ketika ditinggalkan oleh pelaksana sebelumnya, beberapa pekerjaan belum selesai, sehingga tim kami melanjutkan pembuatan spitank.

Baca juga: Rumah Minimalis Modern dengan Bukaan Besar HM House – Samarinda, Kalimantan Timur

Setelah dinding naik ke atas dan kolom dicor, dilanjutkan dengan ring balok paling atas untuk penumpu atap. Awalnya atap sudah dibeli oleh Pak Arif (galvalume metal pasir). Karena lama tidak dipakai, penutup atap menjadi rusak sehingga kami mengajukan penggantian dengan besi alderon.

Rangka dengan besi hollow ukuran 5 x 10, penutup atap dengan alderon. Karena bentuknnya modern minimalis kubik, sehingga tidak memiliki tritisan. Maka dari itu, tim kami memasang talang yang ada di dalam area atap. Talang ini akan mengalirkan air dari alderon menuju talang beton dan mengalir ke bawah.

Sebelum tukang membuat plesteran dinding, kami menentukan titik-titik saklar, stop kontak, dan lampu. Pemasangan stop kontak ada yang tinggi dan rendah, sesuai dengan desainnya. Selain itu, kami juga membuat titik untuk jalur antenna dan internet. Selanjutnya, dinding diplester bersama dengan kabel dan pipa yang ditanam. Dengan begitu, pelaksana tidak harus membobol ketika hendak memasang stopkontak dan sebagainya.

Baca juga: Cafe Nyaman dan Kekinian Bergaya Industrial – ANTARA.CO

Selanjutnya, naik ke lantai dua yang kemudian juga turut diplester dan dipasang komponen-komponen serupa. Bagian atap perlu dicek pada pertemuan atap dan dinding sehingga tidak menimbulkan kebocoran.

Kemudian proses pengacian yang dilakukan dari lantai 1 ke lantai 2. Cuaca saat itu tengah terik sehingga acian menjadi cepat kering. Pada saat pembuatan dinding, karena kusen pintu menggunakan kayu sehingga sudah ditanam sebelumnya. Sehingga memudahkan proses selanjutnya.

Kusen dan jendela menggunakan bahan mati. Pemasangan kusen dilakukan bersama dengan jendela. Hal ini karena kayu membutuhkan pengeringan di awal sehingga daya rekatnya lebih bagus menggunakan semen dan angkur besi.

Plafon

Berikutnya, membuat plafon yang tidak melibatkan banyak permainan. Plafon dipasang dengan rangka besi hollow. Kami juga memasang titik lampu, yaitu lampu utama dan LED strip sebagai aksen dropceling. Setelah lampu dipasang sesuai stop kontak, kemudian di beberapa titik ada yang menggunakan keramik dinding seperti di kamar mandi dan backsplash dapur. Untuk keramik dinding dipasang tanpa menggunakan acian dan disesuaikan dengan kehendak owner.

Setelah plafon selesai, pekerjaan dilanjutkan ke pengerjaan lantai menggunakan material granit tile ukuran 60×60 warna krem. Warna tersebut juga menjadi warna dasar cat dinding yang kemudian dipadukan dengan warna hijau, putih, dan semen ekspos di beberapa bagian.

Baca juga: OASE Mushola Kontemporer di Kawasan Perumahan Farmhouse

Di bagian depan, taman kami menggunakan roster dan keramik dinding sebagai pelengkap permintaan owner. Hal tersebut diminta untuk menyelaraskan nuansa dengan bangunan lain yang dimiliki oleh owner.

Pemasangan railing tangga menggunakan besi hollow yang di handrail menggunakan kayu jati biasa. Finishing dari pintu kayu menggunakan melamin kemudian dipasang alumunium setelah seluruhnya dicat.